all you can read!

Sunday, April 7, 2013

Keluarga keduaku, zona nyamanku (bagian 1)

Orang bilang, masa-masa SMA adalah masa yang sangat berkesan dalam hidup. Kurasa kata-kata itu benar, meskipun tidak semua fragmen memori semasa SMA bisa dikatakan ‘indah’.

Hampir setiap cerita menarikku semasa SMA di mulai dengan kata ‘aku dan keluargaku, Taekwondo 34’. Ya, merekalah keluarga yang kumaksudkan. Jika membicarakan keunikan keluargaku yang satu ini, rasanya tak akan pernah selesai. Tapi atas kecintaanku kepada mereka, maka aku coba untuk menuliskan kisah kenanganku selama 3 tahun bersama mereka.


Masih jelas dalam ingatanku, saat aku masih kelas IX SMP, aku duduk di kursi kelasku di dekat jendela. Sekolahku berada tepat di sebelah gedung SMAN 34 JAKARTA dan karena kelasku berada di lantai 2, aku bisa melihat dengan jelas melewati tembok sekolah, tepat ke arah lapangan kecil yang ada di depan Masjid SMAN 34. Mataku menangkap ada beberapa murid SMA, perempuan dan laki-laki, mengenakan seragam putih longgar sedang asyik berbaris bergiliran, menendang dan memukul. Tak perlu waktu lama, aku segera menyadari bahwa mereka adalah para Taekwondo-in SMAN 34! Lantas aku pun asyik memandangi mereka sambil menebak-nebak gerakan apa kiranya yang sedang mereka praktikkan. Sama seperti mereka, aku pun saat itu juga merupakan seorang Taekwondo-in di SMP ku. Hal itulah yang membuatku merasa begitu tertarik memata-matai latihan mereka dari atas sini, tanpa mereka sadari. Tanpa sadar saat itu aku berkata kepada seorang teman yang menghampiriku karena penasaran dengan apa yang kulakukan, “Lihat saja nanti, tak lama lagi aku akan segera menjadi bagian dari mereka”.

Singkat cerita, aku pun lulus dari SMP dan melanjutkan sekolahku ke SMAN 34 JAKARTA. Alasanku memilih bersekolah di SMA ini sederhana saja : letak sekolah yang dekat dengan rumah dan SMP ku, maka aku tak perlu repot-repot beradaptasi dengan lingkungan baru, tinggal harus ingat saja bahwa kini aku harus berbelok masuk ke gerbang sekolah yang tepat, bukan lagi gerbang sekolah SMP ku.
Tanpa ragu aku pun mendaftarkan diri masuk ekskul Taekwondo di SMA baruku ini, tanpa tau bahwa sesuatu yang besar dan menyenangkan siap menyambutku. Latihan perdana ekskul pun dimulai dan aku segera mendapatkan kawan-kawan baru, mereka adalah para senior yang dulu kulihat dari jendela kelas dan juga para murid baru kelas X. Aku tidak begitu ingat bagaimana awalnya segala kesenangan luar biasa ini di mulai, yang jelas, semakin hari anggota baru ekskul Taekwondo ini mulai bertambah banyak, mereka adalah murid-murid baru kelas X, sama seperti ku. Kami segera menemukan kesamaan dalam diri kami : semangat dan antusiasme dalam berlatih! Dan, inilah kami, anggota keluarga Taekwondo 34 angkatan 2011 :D

Aku

Abi, seperti kepala suku keluarga kami, dia adalah laki-laki dengan badan tertinggi diantara kami, berwajah tidak selayaknya anak SMA, sangat hemat dengan uang, tidak suka memakai celana jeans, berkepribadian unik dan sama sepertiku, ia adalah seorang melankolis yang menyukai tokoh Roronoa Zorro

Dyah, ia adalah sahabat karibku semenjak SMP, punya pemikiran yang dewasa, mandiri, tidak takut apapun kecuali laba-laba, sangat bersemangat saat latihan, bersama kami melanjutkan ‘karier’ taekwondo kami dari ekskul di SMP lanjut di SMA. Meski phobia laba2, tidak ada yang berani menakut-nakutinya dengan laba-laba, karena dyah akan berubah menjadi agresif sekali menyerang orang yang iseng itu :D hehehe menyeramkan sekali. Dyah punya semangat juang dan power yang tinggi. Ia adalah perempuan terkuat diantara kami :)

Budi, ia adalah laki-laki dengan tubuh terbesar di keluarga kami, gemar sekali makan, sangat ramah, pintar menggambar manga, selera humor yang bagus, selalu pasrah saat kami iseng2 meledekinya sebagai “pemilik tendangan Bal-Badak (baca:bal budi)”. Aku sendiri sudah pernah mencicipi tendangan maut-nya itu :)

Natal, ia adalah si imut yang selalu ceria, suka menyanyi, memasak dan menggambar, suka sekali membawa makanan untuk kami saat latihan :) biar pun badannya imut, kekuatannya sama sekali tak bisa diremehkan ;)Natal juga tergila-gila dengan kucing 

Hanif, kurasa ia adalah maskotnya keluarga kami :) aku dan teman2 lain setuju bahwa ia-lah yang terjago dan terlincah gerakannya diantara kami, ia juga sangat tenang, baik, ramah, tapi sungguh selera bercandanya tinggi. Aku dan teman-teman lain sangat suka saat melihat ia mencoba kebolehan gerakan terbang andalannya di sela-sela latihan

David, tak jauh berbeda dengan hanif, walaupun posturnya tidak terlalu besar, kelincahannya bergerak sungguh mengagumkan. Bersama hanif, ia sering mencoba membuat gerakan2 baru yang unik. Ia tidak bisa dipisahkan dari motornya, selalu bersama-sama dan selalu riang gembira saat latihan. Ia juga suka mengatakan celetukkan2 konyol berbahasa jawa

Galih, orang yang belum mengenalnya pasti mengira galih adalah semacam robot, ia tak terlalu banyak bicara, tapi saat latihan bersama kami, sifat cool-nya luntur! Ia adalah laki2 yang unik, sungguh2 saat berlatih, punya suara tertawa yang khas dan sosok yang sangat mandiri. Porsi makannya juga banyak :) tak sebanding dengan postur tubuhnya yang sangat langsing

Inten, sosoknya selalu saja membuat kami dan bahkan para sabeum susah menahan tawa kala latihan :) kepolosannya terkadang suka membuatnya mengeluarkan celetukan2 OOT (out of topic) dan sering kali bertengkar dengan opal :D kadang2 kami suka berbohong pada inten bahwa kami melihat penampakan didekatnya, anehnya, inten tertipu juga walaupun jelas2 kami semua sedang mengerjainya :D ia adalah gadis yang selalu membuat suasana latihan menjadi semarak. Walaupun susah untuk menghafal urutan gerakan2 Taeguk, inten sabar dan tekun dalam berlatih. Inten selalu ceria, tak pernah sekalipun aku menangkapnya sedang berekspresi sedih

Hana, adalah taekwondo-in tercantik diantara kami :) sepayah, seberkeringat dan selelah apapun kami berlatih, sosoknya selalu terlihat cantik :) hana tidak secerewet inten selama latihan, tapi terkadang ia kedapatan melakukan kekonyolan2 juga. Gadis ini sangat tidak menyukai susu, hantu dan gelitikan :) oleh karena itu kami cukup sering mengisenginya, namun disaat kami kerjai ekspresinya pun tetap anggun dan tidak pernah marah

Icha, ia adalah seorang gadis yang selalu asik, easy going dan simpel dalam menjalani kehidupan sekolahnya :) rambutnya selalu tergerai dan hanya pada saat latihan saja kami bisa melihat rambutnya (akhirnya) diikat :D icha sangat santai, membuat kami terkadang heran kenapa ia bisa bertingkah sebegitu santainya -__-“ tapii, dibalik itu semua, icha adalah gadis yang pintar

Ical, ia adalah spongebob-nya keluarga kami :) ia tidak terlalu banyak berkata2, tapi selalu menyimak saat ada diantara kami yang sedang bercerita, lalu dengan tidak terduga ia kemudian menimpali, menyeletuk sugguh sangat lucu dan lantas kami akan tertawa terbahak2 bersama karena ical :D gayanya dalam tertawa mengingatkan kami pada spongebob. Kadang2 kami suka dengan sengaja memancing2 ical agar mengeluarkan celetukan2-tak-terduganya. Ical rajin dalam berlatih dan ia akan tanpa ragu menghampiri dan bertanya tentang gerakan yang belum dikuasainya

Opal, ia adalah raja mode kami :) caranya berpakaian sungguh chic dan keren. Ia suka sekali bergaya cool saat difoto, tapi kenyataannya selama latihan, ia adalah seorang joker yang andal juga! Ia suka sekali meledek inten sambil tertawa-tawa konyol. Opal sangat antusias bila Sabeum mengajarkan gerakan baru yang menurutnya sangat keren, oh iya! Opal bisa memainkan gitar dengan mahir dan juga menyanyi! Di sela-sela latihan terkadang kami suka bernyanyi bersama

Yudho, ia adalah badut andal kami :) saat yudho diam saja, kami sudah bisa tertawa dengan geli melihatnya :) Ia sangat kreatif, menjadikan benda apa saja yang ditemuinya sebagai bahan lelucon. Yudho punya bakat besar dalam membuat orang lain tertawa, selain wajahnya yang juga sudah lucu. Yudho hanya suka satu jenis minuman, yaitu teh manis, unik kan? Namun di dalam kepribadiannya yang sungguh lucu bukan buatan, ia sebenarnya adalah sesosok adik yang manis dan bertanggung jawab

Iki, kalau ical adalah spongebob kami, maka iki adalah squidward kami. Iki adalah yang termuda diantara kami dan adalah seorang adik yang sering menggerutu :)suka malas disuruh lari dan selalu mengeluh kepanasan saat latihan, tapi ia menggerutu sengan lucunya sehingga kami semakin semangat menyuruhnya lari lebih cepat :) iki punya jari2 yang bisa digerakknya dengan luwes dan juga kuku2 yang bersih dan cukup panjang. Ia selalu memakai jam tangan dan jaket. Kalau ia tertawa, suaranya akan berubah sangat besar dan berat dan tawanya sungguh lama dan terpingkal-pingkal. Iki suka sekali berekspresi sok jutek, tapi kemudian saat yang lain mengisenginya, ia akan luluh juga. Oia, iki juga bisa menggambar dan bernyanyi dengan sangat baik

Hendriq, sebagai kakak laki2 tertua di keluarganya, hendriq adalah sosok yang dewasa dan bijaksana :) saat aku menemui kendala atau bingung dalam mengambil keputusan yang menyangkut ekskul kami, aku selalu senang meminta pendapatnya :)selain itu, ia juga amat sopan dan peka, selalu mengucapkan maaf kala ia tidak bisa datang latihan. Hendriq selalu serius dalam berlatih dan kami sangat mengagumi sikapnya yang selalu optimis. Hendriq juga senang tertawa, sama seperti kami

Dewa, kelucuan dan ke-randoman-nya sungguh tak bisa di bayangkan :D tak jauh berbeda dengan abi, wajahnya sama sekali tidak menyiratkan umurnya, dan karena itu hampir seluruh teman2 memanggilnya dengan sebutan ‘si om’. Dewa sangat mahir bermusik, fotografi dan juga selalu dengan senang hati menolong siapa saja yang memerlukan bantuannya. Ia juga punya kebiasaan yang mematikan : buang angin di depan umum :D ahahaha! Bersama dewa, seketika kami semua akan berubah menjadi segerombolan orang2 konyol yang bahagia

Amal, ia adalah perempuan yang cukup tomboy :) ia termasuk anggota baru dalam keluarga kami. Amal sangat terkenal karena jualan pulsanya yang laris manis! Gaya tertawanya juga sangat khas. Amal juga sangat maksimal ketika tertawa, menambah semarak suasana latihan kami

Wita, ia sangat menyukai jepang! :) wita juga termasuk anggota baru dalam keluarga kami. Walaupun mulai latihan dari dasar sekali, wita tekun sekali menyimak setiap gerakan baru yang diajarkan sabeum. Wita kadang2 dijahili oleh kami semua dengan membuatnya merasa bingung, karena saat kebingungan itulah ekspresi wajahnya begitu lucu :D

Lihat kan? :D Betapa menyenangkannya hubungan ini, atmosfer kekeluargaan yang begitu erat dengan bumbu canda tawa yang tak pernah habis mengalir. Jangankan pertengkaran, hampir bertengkar saja tidak pernah terjadi di antara kami. Kami saling mendukung dan mengisi satu sama lain. Setiap keunikan karakter dari diri kami masing-masing, menyumbangkan goresan warna indah tersendiri pada keluarga kami ini. Meskipun sekarang jalan kami sudah berbeda-beda, aku sungguh tak pernah akan bisa melupakan setiap kesenangan yang kumiliki bersama mereka. Mereka sungguh berarti dalam hidupku.. 

Ich liebe euch sehr, meine geliebte Familie Taekwondo 34..

No comments:

Post a Comment